Berita Daerah

Lembang Pata’ Padang Berinovasi Di Berbagai Bidang


Tgl. Posting: September 6, 2016 Dilihat: 286
Kepala Lembang Pata’ Padang (Batik Putih) bersama Tim Pendamping dari Sulawesi Selatan
 
JAKARTA ■ Desa atau Lembang Pata, Padang adalah desa peraih Juara II Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat  Nasional Tahun 2016 untuk Wilayah III Kalimantan dan Sulawesi. Boleh saja lokasi wilayahnya di pelosok pedalaman dan jauh dari  pusat peradaban. Ratusan kilometer harus ditempuh dari Kota Makasar, Sulawesi Selatan,  namun pemikiran dan gagasan masyarakatnya tidak boleh ketinggalan.

Visi Lembang Pata` Padang adalah : Meningkatkan Kemandirian Untuk Mencapai Kesejahteraan. Dan misinya adalah: 
a) Meningkatkan kwalitas Sumber  Daya  Manusia, 
b) Meningkatkan sarana dan prasarana keagamaan,
c) Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan dan  kesehatan,
d) Meningkatkan sarana dan prasarana pembangunan jalan,            
e) Meningkatkan pengembangan ekonomi masyarakat,
f) Pengembangan kebudayaan dan pariwisata dan 
g) Meningkatkan rasa aman dan tenteram.
 
Jumlah Anggaran Pendapan dan Belanja (APB) Lembang pada TA 2014 sebesar Rp 20.000.000.- dan  Alokasi Dana Lembang Sebesar Rp. 221.481.600.- Pada Tahun 2015, APB lembang meningkat Menjadi Rp. 764.359.505.- yang terdiri dari tiga komponen Sumber  Pendanaan: Pendapatan Asli Sebesar Rp 25.000.000.- Alokasi Dana Lembang Sebesar Rp. 461.849.000.- dan Dana Lembang (Dana  Desa) sebesar Rp. 277.510.505.- Melonjak hampir  dua kali lipat. Untuk memberikan  pelayanan kepada  masyarakat pemerintah lembagng pata padang sudah memiliki kantor  yang di bangun pada Tahun 2007, yang sampai saat ini masih teap kokoh karena karena dipelihara dengan  baik, juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas dalam memberikan pelayanan.

“Lomba ini telah membawa langkah baru dalam hidup saya. Seandainya  saya tidak  jadi Kepala Lembang , saya tidak akan pernah menginjakkan kaki saya di Jakarta. Mimpi saya setelah dari Jakarta, saya akan lebih bersemangant lagi membangun desa saya. Mohon dukungan dari berbagai pihak untuk sukseskan pembangunan di desa saya”, ungkap Martinus Tupang Kepala  Lembang Pata’ Padang.

“Saya sudah selama 4 tahun membedah rumah tidak layak huni.  Saya juga menyelenggarakan Pos Upaya Keselamatan Kerja, mungkin satu satunya di Indonesia. Masyarakat saya juga menciptakan bahan-bahan untuk mengukir (namanya susuk) yang diciptakan  sendiri. Cat- cat yang dipakai terbuat dari tanah liat”, ungkapnya ketika ditanya apa keunggulan lembangnya segingga sehingga bisa mengantarkannya sampai Jakarta. Berbagai inovasi telah dilakukan oleh Pemerintah Lembang Peta Padang. Dakam bidang kesehatan disamping tetap melakukan Pemberdayaan masyarakat melalui  berbagai penyuluan, Lembang Peta  Padang cukup berhasil dalam melakukan gerakan bebas Rokok.

Keberhasilan ibu-ibu PKK dan keteladanan Kepala Lembang, Lembang Peta Padang bisa terbebas dari Rokok. Gerakan  dalam mengurangi kebiasaan meroko tergolong  unik, yaitu dengan membangun Komitmen semua pihak serta memberikan solusi melalui budaya pengganti. Yaitu menggantika budaya merekok dengan gula-gula berbentuk dan dikemas seperti rolok yang diproduksi oleh ibu-ibu. Disamping itu setiap rumah disiapkan bumbung yang ditaruh di setiap pintu  untuk mematikan rokok. Dengan budaya ini, produksi gula-gula menjadi terdongkrak, budaya merokok bisa terkikis dan kebersamaan terbangun.

Senada dengan Pak Lembang, kami sangat bertermakasih bisa sampai Jakarta dalam rangka Lomba Desa ini. Memang benar, sudah banyak kawasan tanpa rokok. Namun di Lembang  ada solusi. Namanya gula-gula Co’ri. Kalau ada orang yang masuk desa ini, akan diingatkan: “Mohon Maaf Pak disini tidak lagi boleh merokok, ini penggantinya”. Solusi yang kedua, di setiap rumah pasang tempat untuk mematikan rokok, tamu baru boleh masuk rumah kalau sudah mematikan rokoknya. Rumah steril dari rokok.

“Pak Lembang juga serius dalam menjaga kesehatan kerja. Mayoritas penduduk di sana adalah pandai besi.Tukang ukir rentan dengan kecelakaan, Mereka setiap bulan harus masuk UKK (Upaya Kesehatan Kerja), mirip posyandu tapi untuk para pekerja. Mereka dicek kesehatanya supaya dalam setiap hari terjaga kesehatannya. Ada lagi, Polisi ASI. Memang Program ASI sudah menjadi program nasional, tetapi mereka berinisiatif membentuk Polisi ASI. Tugasnya adalah mengawasi ibu-ibu dari hamil, memberikan penyuluhan kesehatan setiap saat sampai melahirkan. Mereka memiliki Posyandu Ibu Hamil juga”, papar Camat Sanggalangi Alexander Laso, Pasenggong, S.kom.

Komentar

Belum ada komentar

Posting comments after three months has been disabled.


shadow