Berita Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Apa Saja Yang Dilakukan Untuk Papua?


Tgl. Posting: October 21, 2016 Dilihat: 43
Jakarta - Dua tahun sudah pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK) berjalan sejak pelantikannya pada 20 Oktober 2014 lalu. Berbagai upaya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat seperti yang tertuang dalam janji 'Nawacita' dilakukan Jokowi-JK, terutama bagi masyarakat di ujung timur Indonesia.

Janji terkait kesejahteraan ini tertuang dalam poin kelima Nawacita, yakni "Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program 'Indonesia Pintar'; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program 'Indonesia Kerja' dan 'Indonesia Sejahtera' dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah Kampung Deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.

Tekad untuk membangun Papua ini juga sebagai upaya pemenuhan janji Jokowi yang tak ingin melakukan pembangunan hanya berpusat di pulau Jawa saja alias Jawa Sentris. detikcom merangkum beberapa capaian yang dilakukan Jokowi-JK untuk Papua selama dua tahun menjabat.

Informasi yang dihimpun detikcom dari Kantor Staf Presiden (KSP), Rabu (19/10/2016), pemerintah melakukan pendekatan komprehensif untuk kesejahteraan dan kemajuan Papua. Berbagai proyek pembangunan fisik dengan pendekatan kemanusiaan dilakukan di ujung timur Indonesia itu.

Di bidang kesehatan, KSP menjabarkan, sebanyak 3.600.162 jiwa telah menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). 26 program Nusantara Sehat di Papua dan Papua Barat digalakkan, dan hasilnya pengidap penyakit malaria menurun sebanyak 2.744 jiwa.

Di bidang pendidikan, sebanyak 358.617 pelajar telah menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Pemerintah juga telah membangun sebanyak 10 sekolah baru berpola asrama, 25 pembangunan Sekolah Garis Depan, 33 sekolah menerima bantuan ruang kelas baru.

Selain itu, juga diberikan 500 Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah. Sebanyak 45 perpustakaan dan pusat sumber belajar dibangun dan ada 646 Guru Garis Depan.

Sebanyak 40.166 guru menerima bantuan program peningkatan karir. 141 guru mengikuti program pertukaran kepala sekolah. 336 guru menerima bantuan Program Kualifikasi S1 dan S2.

Sedangkan di bidang infrastruktur, pemerintah membangun sebanyak 22 'Pasar Mama-mama'. Sepanjang 4.480,05 km jalan baru dibangun di Papua dan Papua Barat. Jokowi-JK juga membangun 3 terminal baru bandar udara dan menambahkan 3 kapal fery baru untuk transportasi laut.

Untuk menunjang pembangunan dan kesejahteraan di Papua, Jokowi-JK juga menaikkan anggaran daerah 2016. Untuk Papua naik sebanyak 15% menjadi Rp 43,6 triliun, sedangkan Papua Barat naik 10% menjadi Rp 16,5 triliun.

Sebagai bagian dari perlindungan masyarakat adat, untuk pertama kalinya pemerintah memberikan sertifikat tanah komunal adat kepada masyarakat adat di Papua Barat.

Terakhir, Jokowi-JK menerapkan kebijakan 'one price policy' untuk harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlaku di seluruh Indonesia termasuk Papua. Program ini dimulai dari Kabupaten Puncak, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Mamberamo, dan Kabupaten Nduga.
(jor/Hbb)
Sumber : detik.com

Komentar

Belum ada komentar

Postkan komentar



shadow