Berita Daerah

Trans Papua Barat Tersambung 100% Tahun Ini


Tgl. Posting: February 20, 2017 Dilihat: 491

Foto: Hendra Kusuma

Sorong - Pemerintah terus mempercepat penyelesaian proyek Jalan Trans Papua yang sepanjang 4.330,07 km. Jalan ini akan menghubungkan Sorong di Provinsi Papua Barat hingga Merauke di ujung Indonesia bagian Timur.

Khusus Papua Barat, terdapat dua ruas yang total panjangnya 1.070,62 km, dipastikan akan tersambung pada tahun 2017.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional 17 Papua Barat Ditjen Bina Marga Yohanis Tulak mengatakan, dari total 1.070,62 km hanya menyisakan sekitar 11,86 km yang belum tersambung. Saat ini, wilayah tersebut masih berbentuk hutan.

"Pada tahun ini kita akan membuka hutan sepanjang 11,86 km yang berada di segmen II akan ditutanskan," kata Tulak disela-sela peninjauan Trans Papua, Sabtu (18/2/2017).

Pada Trans Papua Barat terdapat dua segmen pengerjaan jalan. Pada segmen I dari Sorong-Kambuaya-Manokwari sepanjang 594,81 km. Segmen II Manokwari-Wasior-Batas Provinsi Papua dengan panjang 475,81 km.

Hingga akhir 2016, Pengerjaan proyek Jalan Trans Papua di Papua Barat ini untuk segmeni I yang panjangnya 594,81 km sudah tersambung dari Sorong-Kambuaya-Manokwari, dengan rincian 459,93 km jalan beraspal, dan 134,88 km masih tanah atau japat.

Sedangkan segmeni II, dari Manokwari-Wasior-Batas Provinsi Papua dengan total ruas 475,81 km, sepanjang 147,99 km sudah beraspal, dan 315,96 masih tanah atau japat, dan 11,86 km belum tersambung atau masih hutan.

Proses penyambungan, kata Tulak, akan diselesaikan pada tahun 2017 di mana akan mulai membelah hutan. "Masih ada murni hutan gelap kurang lebih 12 km. Ini akan secara bertahap kita tangani dari dua arah baik membuka hutan, sisa tahun ini bisa tembus," kata Pria Asal Toraja.

Tulak mengatakan, tantangan selama masa pembangunan mulai dari pembebasan lahan, yang rata-rata tanah hutan dikuasai para kelompok masyarakat, serta geografis jalan yang harus membelah hutan, pegunungan hingga sungai.

"Sebagian wilayah yang masih terisolasi sehingga menyebabkan kemahalan harga dan ketertinggalan peradaban masyarakat jadi tantangan," jelasnya.

Upaya yang akan dilakukan, seperti pada penggunaan bahan baku atau material lokal lebih diutamakan, seperti dibeberapa ruas Sorong-Kambuaya-Manokrari yang menggunakan batu-batu dari gunung kapur yang ada.

Tidak hanya itu, pembangunan jembatan di sepanjang ruas Sorong-Kambuaya-Manokwari ini juga akan dilakukan secara bertahap. Jumlah jembatan yang akan dibangun sebanyak 233 dengan panjang total 4.150 meter yang tersebar baik di segmen I sebanyak 4 jembatan dengan panjang 120 meter, dan sisanya 229 jembatan atau 4.030 meter berada di segmen II ruas Manokwari-Wasior-Batas Provinsi Papua (Kampung Mauri).

Menurut Kasubdit Pemantauan Evaluasi Jalan Direktoran Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Sadaarih Ginting mengatakan, pembangunan jembatan untuk saat ini masih menunggu pembebasan lahan sekitar 12 km yang berada di segmen II Jalan Trans Papua khususnya di Provinsi Papua Barat.

Lanjut Ginting, pembangunan jembatan akan diprioritaskan, usai 12 km sisa jalan yang belum tersambung sudah dirampungkan. "Sekarang prioritaskan pembebasan sekitar 12 km hutan itu tembus, selanjutnya bisa prioritaskan jembatan," tukas dia. (dna/dna) 

foto: Hendra Kusuma

sumber: detik.com

 

Komentar

Belum ada komentar

Posting comments after three months has been disabled.


shadow